Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / NASIONAL / Tahun 2019 Cahaya Terang Benderang dari Timur

Tahun 2019 Cahaya Terang Benderang dari Timur

tahun-2019-cahaya-terang-benderang-dari-timurJakarta, PAPUANEWS.ID – Pada pertengahan bulan Oktober 2016 lalu, Presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia saat melakukan kunjungan ke Papua, secara khusus memerintahkan Papua harus menjadi pulau yang terang benderang.

Rasio elektrifikasi nasional yang saat ini mencapai 87 %, pada tahun 2019 nanti pemerintah menargetkan bahwa Rasio tersebut akan ditingkatkan hingga 97 %. Dimana dalam artian tersebut bahwa 3 % wilayah di Indonesia yang belum dapat teraliri listrik.

Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Rida Mulyana saat ditemui di hotel Borobudur, Jakarta mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo saat mengunjunga Papua mencanangkan Program Papua terang.

“Kalau bisa 2019 sudah terang benderang, meski sulit untuk melistriki seluruh desa. Kalau ingin 97% secara nasional di 2019, Papua sendiri harus 80%. Itu tantangan kita sampai 2019”, Ujar Rida.

Baca juga :   Pesawat Nahas Cessna PK-FSO Diduga Menabrak Tebing Pegunungan Bintang

Dalam menunjang terget pembangunan infrastruktur kelistrikan di Papua, Kementerian ESDM tak mau hanya mengandalkan program 35.000 megawatt. Sebab dalam proyek 35.000 megawatt fokusnya bukan untuk melistriki daerah-daerah terpencil. Porsi program 35.000 MW di Indonesia Timur juga kecil, misalnya di Papua hanya 253 MW sampai 2019.

Dan kali ini pemerintah telah membuat Program Indonesia terang (PIT) yang bertujuan utamanya guna menerangi desa-desa yang belum berlistrik, terutama yang diketahui adalah Indonesia bagian timur dan termasuk Papua. PIT bukan hanya untuk menambah total pasokan listrik seperti program 35.000 MW, tetapi menitik fokuskan pada pemerataan pembangunan kelistrikan.

Sampai tahun 2019, Negara memiliki PR serta kewajiban untuk mengalirkan listrik desa-desa di Pegungan Papua dan itu bukanlah hal mudah, tetapi sesuai kebutuhan bahwa seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai merauke harus menikmati listrik.

Baca juga :   Ini Jalan Keluar Dari Kasus Kadis PU Papua vs Kontraktor

Adapun tantangan yang harus dihadapi untuk mengalirkan listrik ke desa-desa yang ada di Papua. Dimana bahan-bahan bangunan dan mesin untuk pembangkit listrik serta jaringannya harus diangkut melalui medan berat seperti hutan, pegunungan dan rawa-rawa. Banyak juga kabupaten yang masih terisolasi dan hanya bisa dijangkau dengan pesawat.

Tetapi hal itu tidak menyurutkan pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat Papua guna menikmati aliran listrik dipedalaman.

“Kami tidak akan menyerah dan akan terus berusaha untuk mengalirkan listrik di desa maupun pedalaman di Papua agar masyarakat dapat menikmati cahaya dari lampu serta kami akan membuat Papua menjadi terang benderang”, tutup Rida. (Adr)

 

 

Komentar Anda

About Charles Suebu

Netizen asal Papua yang memiliki pandangan berbeda terhadap dunia luar.

Check Also

Presiden : Harga BBM Naik Rp 500, Jakarta Demo Sampai 4 Bulan, Coba Lihat Warga Papua

Jakarta, PAPUANEWS.ID – Presiden RI Ir. Joko Widodo menyinggung atas kenaikan yang beberaa kali naik ...