Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / PENDIDIKAN / Stop Katakan “BODOH” Pada Anak

Stop Katakan “BODOH” Pada Anak

Jayapura, PAPUANEWS.ID – Di Papua ini kebiasaan orang tua yang keras terhadap anaknya sudah menjadi hal yang wajar, dan orang tua mengucap kata “BODOH” pada anak sebenarnya bukanlah hal yang pantas untuk diucapkan.

Hal itu seperti yang diucapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, I Wayan Mudiyasa, S. Pd, M. Pd di Kantor Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Senin (23/01).

Menurutnya anak-anak di Papua ini tidak ada yang bodoh hanya saja kurang dengan pemahaman sosial di lingkungannya. “Bagi orang tua janganlah berkata bodoh pada anaknya sendiri, sebab anak-anak kita tidak ada yang bodoh,” Ucap Mudiyasa.

Dijelaskan Mudiyasa, pengucapan kata bodoh pada anak secara logis yang ditangkap kepada pemikiran seorang anak akan membawa dampak psikologis buruk pada mereka, hal itu seperti berkurangnya sikap percaya diri pada anak dan berkurangnya nilai-nilai motorik anak.

Baca juga :   Mulai Dari Tidak Direstui Ortu Sampai Di Keluarkan Dari Yayasan, Wanita Ini Nekat Didik Anak Papua

Oleh karena itu terkait akan hal itu, Dinas Pendidikan kota Jayapura membuat konsep percontohan pada tiap-tiap sekolah. Konsep tersebut adalah Sekolah Ramah Anak (SRA). Nantinya, SRA ini akan menerapkan sistem program ramah anak di lingkungan sekolah yang melarang adanya tindakan kekerasan fisik maupun perkataan terhadap anak.

“Sekarang ini Guru di tiap-tiap sekolah ramah anak gurunya telah dilatih dengan baik dengan panduan dan pedoman dan ini merupakan keharusan yang harus dilakukan oleh pemerintah kota Jayapura,” Papar Mudiyasa.

Mudiyasa juga menegaskan jika kedapatan ada sekolah yang tidak menjalankan program SRA maka kepala sekolah itu akan diganti. Selain itu, ia juga meminta agar orang tua juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga anaknya dengan tidak berlaku kasar.

Baca juga :   Ini Yang Dilakukan Pendatang Di Papua

“Orang tua mempunyai tanggung jawab yang sama dalam mendidik anaknya, diharapkan tidak menggunakan kekerasan pada anak,” Tegas Mudiyasa.

Oleh karena itu, Mudiyasa mengajak para orang tua dan guru untuk menyukseskan SRA, karena hal itu telah sesuai dengan konvensi sedunia bahwa tidak ada kekerasan dalam lingkungan sekolah.

“Sehingga orang tidak lagi mempunyai pemikiran yang kasar terhadap anak dan semua itu mulai sekarang harus dihilangkan,” ujarnya. (Red.AK)

Komentar Anda

About Charles Suebu

Netizen asal Papua yang memiliki pandangan berbeda terhadap dunia luar.

Check Also

Mahasiswa Papua Di Universitas Corban Salem, Oregon

Jayapura, PAPUANEWS.ID – Kota Salem adalah ibu kota negara bagian Oregon. Di kota ini lah ...