Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / PENDIDIKAN / Kisah Perjuangan Mahasiswi Papua Raih Sarjana Kedokteran

Kisah Perjuangan Mahasiswi Papua Raih Sarjana Kedokteran

Surakarta, PAPUANEWS.ID – Dialah Lisye Elvina Kareni bungah, seorang mahasiswi asli Papua kelahiran Jayapura yang resmi menyandang predikat Sarjana Kedokteran pada hari Sabtu kemarin (22/4) setelah merampungkan studi Pendidikan Kedokteran di Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS).

Lisye berhasil melewati perjuangan panjang hingga ia berhasil menyelesaikan kuliah dalam waktu tiga tahun enam bulan alias tujuh semester. Bermula pada 2013, saat ia lolos seleksi beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) daerah Papua.

Di bawah naungan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, program ini diterapkan untuk melakukan pemerataan akses pendidikan tinggi bagi putera-puteri Indonesia di pulau terluar atau pedalaman.

Di awal perkuliahannya, Lisye sempat merasa putus asa dan hampir putus asa. Ketertinggalan kurikulum saat ia mengikuti pendidikan menengah di Papua, membuatnya kewalahan ketika harus beradaptasi dengan iklim akademik di kampus kedokteran ini.

“Terasa betul di semester pertama. Waktu SMA di Papua, pengetahuan saya belum sejauh yang dikuasai teman-teman di sini. Kendala bahasa dan budaya juga. Saya mesti adaptasi banget,” ungkap Lisye.

Baca juga :   Jasa Raharja Dirikan Taman Baca di Perbatasan RI - PNG

Beruntung, gadis berusia 22 tahun ini memiliki tekad dan mental sekuat baja. Tidak pantang menyerah, ia terus belajar dan mengimbangi kultur akademik serta pergaulan dengan karib di kampus.

Gadis yang kini sudah fasih berbahasa Jawa dialek Solo ini, mengaku tidak ingin mensia-siakan kesempatan dalam meraih pendidikan tinggi, apalagi dengan beasiswa negara. Terlebih, fasilitas dan akses kesehatan di Papua yang sangat terbatas, menyulut semangatnya untuk segera menjadi dokter di daerah tempat asalnya.

“Target kerja tentunya akan kembali ke Papua. Atas nama Papua saya kuliah di sini, dan akan mengabdi di sana lagi,” terangnya penuh semangat.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNS, Sutarno, membenarkan bahwa mahasiswa Program Afirmasi mendapati sejumlah kendala dalam mengikuti ritme akademik. Walau demikian, pihak perguruan tinggi merancang sejumlah pendampingan khusus serta matrikulasi telah diberikan kepada mahasiswa yang berasal dari Papua dan daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) lainnya.

Baca juga :   500 Siswa Dari Papua Mendapat Beasiswa Sekolah ke Jawa

“Berkali-kali, kasus minta pindah program studi, terjadi. Jarang sekali yang bisa tekun merampungkan seperti Lisye,” papar Sutanto, saat ditemui usai prosesi wisuda.

Lisye lulus dengan indeks prestasi kumulatif 3,22. Skripsinya tentang pemeriksaan trombosit dalam kajian hematologi menjadi jurus pamungkas studinya. Menurut Lisye, kunci kesuksesannya adalah tekun mengikuti perkuliahan, pandai bergaul atau menyesuaikan kultur di tanah perantauan, dan percaya kepada Tuhan.

Pencapaian Lisye menjadi motivasi bagi teman-temannya, peserta program ADiK, yang saat ini masih menjalani proses perkuliahan. Termasuk adik kandungnya, Aprilia Sasarari, mahasiswa Ilmu Peternakan UNS.

“Kami bangga dengan Kak Lisye. Semua teman-teman Afirmasi dari Papua, ingin sesukses dia. Kami juga sedang berjuang,” kata Aprilia.(YK)

Komentar Anda

About Yakleb

Beriman | Jujur | Berkarya | Demi cita-cita Papua untuk INDONESIA

Check Also

Mahasiswa Papua Di Universitas Corban Salem, Oregon

Jayapura, PAPUANEWS.ID – Kota Salem adalah ibu kota negara bagian Oregon. Di kota ini lah ...