Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / NASIONAL / Dubes PNG: Terkait MSG, ULMWP Papua Bukan Negara Berdaulat

Dubes PNG: Terkait MSG, ULMWP Papua Bukan Negara Berdaulat

Jakarta, PAPUANEWS.ID – United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) bukan sebuah negara berdaulat dan hal itu membuatnya tidak akan bisa memenuhi syarat keanggotaan yang telah ditetapkan di dalam Melanesian Spearhead Group (MSG).

Hal tersebut ditegaskan oleh Duta Besar PNG untuk Indonesia, Commodore (Ret) Peter Ilau, DMS, CBE dalam sesi wawancara dengan PAPUANEWS.ID di kantor Kedubes PNG di Jakarta pekan lalu.

“MSG dalam piagamnya sangat jelas mengatakan bahwa siapa pun yang ingin menjadi anggota harus merupakan negara berdaulat. (Gerakan-gerakan pro kemerdekaan di Papua Barat) Papua Barat bukan negara berdaulat jadi secara otomatis tidak memenuhi syarat untuk keanggotaan di dalam MSG,” kata Dubes PNG.

Melanesian Spearhead Group (MSG) adalah organisasi internasional yang terdiri dari empat negara di Melanesia, yaitu Fiji, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Vanuatu, serta Front Pembebasan Nasional Kanak dari Kaledonia Baru.

Baca juga :   Mengejutkan, Grab Akan Hadir Dari Aceh Hingga Papua

Organisasi internasional yang eksistensinya lebih pada etnis (keturunan) Melanesia ini berpengaruh cukup kuat. Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Jokowi tampaknya melihat dan mempertimbangkan pula kestrategisan MSG.

Sehingga pada bulan Juni 2015 Indonesia diterima sebagai anggota rekan. Masuknya Indonesia ke MSG juga tentu saja setelah MSG memikirkan bahwa Indonesia merupakan negara yang juga dihuni oleh keturunan Melanesia seperti penduduk Nusa Tenggara Timur, penduduk di Maluku dan penduduk Papua seluruhnya.

Menurut Dubes Peter Ilau di dalam MSG memang terdapat Front Pembebasan Nasional Kanak di Kaledonia Baru yang bukan sebuah negara berdaulat.

“Namun Kanak dari Kaledonia Baru adalah kasus khusus karena pemerintah Prancis memberi Kanak dukungan untuk menjadi anggota MSG. Seperti pemerintah Indonesia memberi dukungan untuk Papua Barat, yang mungkin tidak pernah terjadi. Tapi ada kasus untuk Kanak (yang diterima MSG) dan Kanak didukung oleh pemerintah Perancis. Itu sebabnya mereka menjadi anggota dan dalam piagam MSG sangat jelas: Anda harus menjadi negara berdaulat dan independen untuk menjadi anggota MSG,” tegasnya.

Baca juga :   Bebas, Ketua KNPB Manokwari Ucapkan Rasa Terima Kasih Pada Pemerintah RI

Untuk diketahui sebagai latar belakang, kelompok separatis Papua, yang tergabung dalam United Liberation Movement for West Papua gagal menjadi anggota penuh Melanesia Spearhead Group pada Konferensi Tingkat Tinggi yang berlangsung di Honiara, Kepulauan Solomon, Kamis, 14 Juli 2016. Ini memupus harapan gerakan tersebut untuk diakui menjadi anggota kelompok negara yang berada di gugusan kepulauan Pasifik itu. (red,CS)

Komentar Anda

About Charles Suebu

Netizen asal Papua yang memiliki pandangan berbeda terhadap dunia luar.

Check Also

Wakil Ketua Komisi I DPR : Kalau Tentara Ditarik, Terus Mau Diganti Hansip?

Jakarta, PAPUANEWS.ID –¬†Wakil Ketua Komisi I DPR fraksi PDI Perjuangan, Tubagus Hasanuddin tidak setuju jika ...