Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / NASIONAL / Nelayan Papua yang Terapung 2 Pekan di Laut Filipina Dipulangkan

Nelayan Papua yang Terapung 2 Pekan di Laut Filipina Dipulangkan

Jakarta, PAPUANEWS.ID – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Davao City, Filipina memulangkan 7 nelayan Indonesia. 4 orang di antaranya berasal dari Tahuna, Sulawesi Utara, tertangkap karena tidak mengantongi dokumen perjalanan masuk ke Filipina.

“Pada 28 September 2017, KJRI Davao City telah memulangkan 4 WNI nelayan asal Tahuna Sulut dengan perahu motor melalui jalur perbatasan laut Mindanao Filipina – Sulawesi Utara,” kata Konjen Davao City RI Berlian Napitupulu, Sabtu (30/9/2017).

Mereka adalah nakhoda Sofyan Mangumpaus (31), Faisal Tatali (33), Sahrul Udingan (23) dan Arif Udingan (21). Keempatnya ditangkap Kepolisian Glan, Provinsi Sarangani Filipina (190 km Selatan Davao) pada Rabu (20/9). Setelah pendekatan dari KJRI kepada pihak berwenang di Glan, keempat WNI yang sempat ditahan kemudian dibebaskan pada Senin (25/9).

“Saya langsung menemui Kepala Polisi, Kepala Imigrasi dan Direktur Regional Kepolisian Regional XII untuk mengetahui kasusnya dan memberikan perlindungan warga secara maksimal. Keempat nelayan Tahuna tidak terindikasi melakukan tindakan kriminal atau terorisme, kecuali tidak membawa dokumen perjalanan,” ungkap Konjen Berlian.

Baca juga :   Perkuat Pertahanan NKRI, Armada Ketiga Akan Dibangun Di Papua

Selain itu 3 orang nelayan lainnya berasal dari Sorong, Papua Barat, yakni Anis Murino (26), Bertus Murino (24), dan Kasura Murino (21). Ketiganya terbawa arus laut sampai ke perairan Filipina karena kehabisan bensin ketika menangkap ikan di perairan Sorong pada Rabu (30/8) malam.

“Setelah terapung dan terseret arus selama 2 minggu, mereka diselamatkan oleh kapal ikan Filipina San Michael yang kebetulan lewat di dekat perahu mereka. Kemudian ketiga nelayan Papua tersebut dibawa ke pelabuhan General Santos,” imbuh Konjen Berlian.

Mereka kemudian diperiksa aparat keamanan Filipina di kantor Coast Guard Pelabuhan General Santos City dan terbukti tidak terindikasi melakukan pelanggaran hukum yang disengaja. “Sambil menunggu proses pemulangan ketiga nelayan ditampung di KJRI Davao City,” terangnya.

Baca juga :   Indonesia Perlu Ratifikasi RUU Pertahanan Dengan PNG Guna Eliminasi Gerakan OPM

KJRI Davao memonitor kondisi ketujuh nelayan. Mereka kemudian dibelikan pakaian, makanan, dan kebutuhan dasarnya, baik kepada 3 nelayan Papua yang tinggal sementara di KJRI Davao maupun yang berada di penjara Glan. Termasuk juga kebutuhan untuk perjalan pulang ke Tahuna dan Papua. Pemulangan ketujuh nelayan tersebut didampingi seorang staf KJRI yang sudah biasa menangani kasus pemulangan melalui jalur perbatasan laut Indonesia-Filipina.

“Empat nelayan asal Petta Tahuna telah diserahkan kepada majikan mereka bernama Yumin Saepudi di Tahuna. Sementara 4 nelayan Papua telah diserahkan oleh staf KJRI kepada staf Kementerian Luar yang selanjutnya mengantar ketiga nelayan tersebut kepada keluarganya di Sorong Papua,” tutup Konjen Berlian.

Komentar Anda

About Admin 2

Generasi muda yang ingin memajukan Papua dengan menjujung tinggi adat dan istiadat serta dengan dasar-dasar nilai Keagamaan.

Check Also

Wakil Ketua Komisi I DPR : Kalau Tentara Ditarik, Terus Mau Diganti Hansip?

Jakarta, PAPUANEWS.ID –¬†Wakil Ketua Komisi I DPR fraksi PDI Perjuangan, Tubagus Hasanuddin tidak setuju jika ...