Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / NASIONAL / Permintaan KSB Papua Yang Tidak Masuk Akal

Permintaan KSB Papua Yang Tidak Masuk Akal

Jakarta, PAPUANEWS.ID – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, pembebasan sandera di wilayah Tembagapura, Papua, pekan lalu merupakan jawaban dari permintaan negosiasi dari pihak penyandera yang tak masuk akal. Dalam melakukan pengejaran, TNI akan bertindak berlandaskan hukum.

“Yang dituntut kelompok kriminal separatisme bersenjata (KKSB) itu tidak masuk akal,” ungkap Gatot dalam sambutannya di acara Persatuan Purnawirawan Abri (Pepabri) di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (22/11).

Ia menyebutkan, pertama, pihak penyandera meminta freeport harus segera ditutup. Kedua, mereka meminta agar militer Indonesia ditarik ke luar dari Papua dan diganti dengan pasukan keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ketiga, mereka ingin pemerintah Indonesia harus menyetujui pelaksanaan pemilihan bebas menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua.

Baca juga :   Ini Tantangan Walikota Manado Untuk Warga Papua

“Dan Pemda Papua dan Papua Barat ditutup, diganti, dengan pemerintah perwakilan PBB. Ini yang mendorong TNI untuk melakukan pembebasan sandera,” ujar dia di hadapan para purnawirawan yang hadir dalam kegiatan itu.

Ia juga melaporkan kepada para seniornya itu, pemyandera melakukan pelecehan seksual terhadap 12 orang wanita. Penyandera juga menyita uang sebesar Rp 107,5 juta, emas seberat 254,4 gram, dan telepon genggam sebanyak 200 buah.

Setelah pembebasan para sandera dilakukan, Gatot mengatakan, tindak lanjut dari TNI akan sama seperti apa yang dikatakan oleh Kapolri Jendral Tito Karnavian. “Apa yang disampaikan Kapolri, Kapolri siap menghadapi tantangan dan siap mengejar, tentu TNI sama seperti itu. Sudah dijawab tegas sama Kapolri,” kata Gatot.

Baca juga :   Paket Sabu Dari Makassar Gagal di Pasok Ke Papua

Ia juga menyebutkan, dalam menjalankan tugas, TNI bertindak berdasarkan hukum yang ada. Menurutnya, hukum adalah panglima paling tinggi bagi TNI dalam setiap langkah-langkahnya.

“Dalam langkahnya, yang menjadi panglima paling tinggi bagi TNI adalah hukum. Jadi semua pasti berdasarkan hukum,” tutup Jenderal bintang empat itu.

Komentar Anda

About Admin 2

Generasi muda yang ingin memajukan Papua dengan menjujung tinggi adat dan istiadat serta dengan dasar-dasar nilai Keagamaan.

Check Also

Dari Melanesia Untuk Indonesia Raya

Jakarta, PAPUANEWS.ID – Komunitas Tiga Batu Tungku yang terdiri dari tiga elemen masyarakat Papua, Maluku ...