Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / NASIONAL / Indonesia Bawa Bukti Masalah HAM Di Papua Ke Jenewa

Indonesia Bawa Bukti Masalah HAM Di Papua Ke Jenewa

Jakarta, PAPUANEWS.ID – Pertemuan Universal Periodic Review (UPR) tak lama lagi akan diselenggarakan di Jenewa, Swiss. Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi dan Menteri Hukum dan HAM RI, Yassona Laoly diperkirakan hadir di sidang yang direncanakan pada tanggal 3 Mei 2017 mendatang tersebut.

“Dalam acara tersebut kita akan paparkan soal laporan yang sudah kita buat berbulan-bulan tentang perkembangan HAM di Indonesia saat ini,” kata Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, Hasan Kleib, di Jakarta, Rabu 29 Maret 2017.

“Kita tidak menutup mata atas rekomendasi-rekomendasi dan tantangan-tantangan yang ada. Kadang ada kemajuan-kemajuan HAM yang tidak ada di rekomendasi, tapi sudah kita lakukan, seperti saat UPR 2012 lalu,” lanjutnya.

Baca juga :   Solomon Angkat Isu Papua Hanya Untuk Kepentingan Politik

Saat ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus menerima tiga laporan, misalnya satu laporan dari Indonesia, LSM atau CSO PBB dan badan PBB.

Pada 2012, ada 180 rekomendasi dan Indonesia menerima 150 serta menolak 30 rekomendasi. Namun, dari 30 rekomendasi yang ditolak itu, ternyata ada beberapa yang sudah dilaksanakan di Indonesia, seperti membuka akses jurnalis ke Papua.

“Kalau jurnalis masuk ke Papua untuk melihat ketimpangan dan memberi masukan jelas tidak apa-apa. Tapi kalau melakukan dorongan-dorongan ke negara Pasifik, jelas kita tentang,” tegas Hasan.

Hasan mengatakan mengenai Papua, di UPR ini, Indonesia akan memaparkan perkembangan pembangunan yang sudah terjadi di Papua dan Papua Barat.

Baca juga :   Hari Anak Nasional, KPAI Kecam Eksploitasi Anak Oleh KNPB Di Papua

“Pasti ada masih yang belum sempurna. Masukan jelas kita terima, coba lihat dari kacamata sekarang, bukan yang dulu. Kami tidak bisa terima jika mereka membicarakan soal separatis di Papua,” ungkapnya lagi.

“Kalau bicara soal kesejahteraan dan perkembangan pembangunan di Papua, jelas kami terima masukannya,” jelasnya.

Untuk UPR dua bulan lagi, Hasan menjelaskan bahwa Bangladesh, Belgia dan Ekuador akan menjadi tiga Troika untuk Indonesia.

“Mereka akan mencatat rekomendasi untuk Indonesia dan sampaikan ke Dewan HAM. Hari berikutnya kita akan maju ke Dewan HAM untuk sampaikan mana yang kita terima dan mana yang kita tolak,” pungkasnya.(YK)

Komentar Anda

About Yakleb

Beriman | Jujur | Berkarya | Demi cita-cita Papua untuk INDONESIA

Check Also

Wakil Ketua Komisi I DPR : Kalau Tentara Ditarik, Terus Mau Diganti Hansip?

Jakarta, PAPUANEWS.ID –¬†Wakil Ketua Komisi I DPR fraksi PDI Perjuangan, Tubagus Hasanuddin tidak setuju jika ...