Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / NASIONAL / DKPP RI : 64% Penyelenggara Pemilu Yang Dicopot Berasal Dari Papua

DKPP RI : 64% Penyelenggara Pemilu Yang Dicopot Berasal Dari Papua

Jakarta, PAPUANEWS.ID – Selama tahun 2012 hingga 2017 Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu RI memberhentikan penyelenggara Pemilu sebanyak 49 orang. Dari jumlah itu, 64  persen diantaranya berasal dari Papua. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan dari anggota DKPP RI, Nur Hidayat Sardini saat ditemui oleh redaksi PAPUANEWS.ID di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu kemarin (7/6).

“Dari anggota penyelenggara Pemilu yang pernah diberhentikan, memang 64 persen berasal dari Papua,” kata Nur Hidayat.

Menurutnya Papua butuh perhatian khusus yang lebih spesifik mengingat 64% anggota yang diberhentikan berasal dari Papua.

“Memang Papua ini perlu memperoleh perhatian yang lebih spesifik terhadap pembinaan demi menjaga kemandirian integritas dan kredibilitas sebagai penyelenggara Pemilu,” kata Nur.

Baca juga :   Thata Al Hamid Apresiasi Toleransi Umat Beragama Di Papua

Selain dari wilayah Papua, ada juga dugaan pelanggaran kode etik yang berasal dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara dan Aceh. Pengaduan yang di terima oleh DKPP RI mayoritas ialah memanipulasi data.

“Kan pengaduan itu biasanya kalau berdasarkan tahapan pencalonan, kalau tahapan pemungutan suara biasanya manipulasi, lalu keberpihakan, lalu unequal treatment, tidak profesional. Ada aduan keberpihakan. Nah, itu kan berat dan ancamannya bisa pemecatan,” jelas Nur.

Selain pelanggaran kode etik ada juga rintangan yang unik di Papua yaitu seperti wilayah dan juga aturan adat yang dapat mempengaruhi pejabat penyelenggara Pemilu.

“Bukan hanya sosialisasi, tapi juga berusaha untuk meniadakan rintangan yang selama ini ada. Satu tema yang menarik di Papua ialah problem non-elektoral. Ilustrasinya begini, ada salah satu ketua KPU di Papua pada waktu diputus dipecat malah senang. Terbukti (ketika ditanya), ‘Apakah Saudara mengikuti pesta adat pada waktu kemenangan dari suku tertentu?’ (Dijawab) ‘Iya, dan saya terima kasih kepada DKPP karena dengan ini saya bisa lepas, karena selama ini saya bisa dikucilkan oleh adat.’ Ini problem sangat spesifik yang mungkin tidak dimiliki daerah lain. Karena itu faktor begini yang harus diperhatikan. Memang penerangan kepada adat, pelibatan kelompok gereja, masyarakat, itu penting,” ujarnya.(YK)

Komentar Anda

About Yakleb

Beriman | Jujur | Berkarya | Demi cita-cita Papua untuk INDONESIA

Check Also

Presiden : Harga BBM Naik Rp 500, Jakarta Demo Sampai 4 Bulan, Coba Lihat Warga Papua

Jakarta, PAPUANEWS.ID – Presiden RI Ir. Joko Widodo menyinggung atas kenaikan yang beberaa kali naik ...